Friday, May 24, 2013

Apakah jual beli kucing haram?


oke, sekarang kita ke topik sensitif... dibacanya santai aja yaa :D

"Apakah jual beli kucing haram?"

kami akan membaginya menjadi 2 hal terpisah..


1. Apa definisi jual-beli kucing? Apa perbedaan peternak kucing dengan cattery?

Jual-beli kucing adalah hal sederhana. Ada penjual, ada pembeli, ada kucingnya, ada tempat transaksi, ada akad. clear dan simple bukan...

  • Penjual minta harga tertentu untuk kucingnya, pembeli menyanggupinya. Setelah itu obyek kucing tersebut adalah sepenuhnya milik pembeli. Mau pembelinya menelantarkannya, atau bahkan menyembelihnya untuk dijadikan makanan, sepenuhnya terserah pembeli. Sementara cattery owner selalu selektif melihat calon adopter.
  • Ada pembeli yang menawar harga Rp 1juta dan sangat penyayang kucing. Ada pembeli yang berani beli Rp 2jt, tapi kucingnya untuk dijadikan umpan memancing ikan hiu misalnya. Maka jual-beli kucing akan menyerahkan ke pembeli yang berani beli lebih mahal. Bagi cattery owner dilarang berlaku seperti itu, harga bukan segala-galanya
  • Peternak kucing akan fokus menghasilkan anak-anak kucing sebanyak mungkin dan sesering mungkin. tanpa perlu memperhatikan kesehatan indukan. Cattery owner selalu disiplin breeding kucing sesuai ketentuan yang ada..
  • Asosiasi seperti FIFe, ICA, CFA, membatasi breeding kucing. maksimal hanya boleh dua kali dikawinkan dalam satu tahun. Bahkan memajang harga kucing pun terlarang dan bisa menyebabkan cattery di suspend atau dicoret. 
  • Cattery-cattery yang mendatangkan kucing dari luar negeri sebagai parent stock pun sebagian terikat kontrak. Tidak boleh menjual lagi kucingnya kepada adopter lain. Sertifikat atas nama bersama, supaya memastikan kucing yang di adopsi tidak dijual kembali.
  • Coba perhatikan halaman syarat dan ketentuan adopsi dari Prabu http://prabucats.blogspot.com/p/faq.html apakah itu termasuk jual-beli kucing?

2. Apakah sama saja menjual kucing dengan mengganti biaya adopsi kucing?

Kemudian timbul pertanyaan, "sama saja dong kalau adopsi harus keluar uang, ya sama saja menjual" oh ya tentu saja beda....

Kami pernah bertemu dua macam peternak ayam yang sama-sama paham agama dengan baik. Dimana-mana, peternak ayam ini selalu didatangi para pengumpul kotoran ayam yang kemudian akan diolah menjadi pupuk kandang yg diperjualbelikan...

Peternak ayam yang pertama menolak untuk dibayar ketika pengumpul kotoran ayam mendatanginya. Dan menyilakannya untuk mengambilnya secara gratis. Karena peternak ini beranggapan bahwa kotoran ayam adalah najis (ini pun masih banyak perbedaan pendapat). Maka menjual kotoran tersebut adalah haram hukumnya.

Peternak ayam yang kedua pun juga meyakini kotoran ayam tersebut adalah najis. Cuma ia menyuruh karyawan-karyawannya untuk mengumpulkan kotoran ayam tersebut ke dalam karung-karung khusus. Dan ketika menyerahkannya ke pengumpul kotoran, peternak ini menyebut nominal tertentu.. "biaya tersebut untuk mengganti jasa tenaga karyawan yang mengumpulkan, dan juga biaya packaging"


Menurut kami tidak ada yang salah dengan pendapat kedua peternak tersebut. Dan mereka saling menghormati satu sama lain, karena kebetulan tetanggaan juga.

Ilustrasi tersebut hampir sama dengan pertanyaan "apa bedanya mengganti biaya adopsi sama jual kucing" .. karena kisah diatas menjelaskan bedanya "menjual kotoran hewan dengan mengganti biaya packaging". Clear ya...


Kemudian ada lagi yang bertanya, kalau adopsi memang hanya mengganti biaya perawatan, harusnya tidak semahal itu dong?
no no.. jangan salah.. justru biaya adopsi itu lebih "murah" dari sekedar mengganti biaya perawatan :)


antara lain
  • cattery itu membutuhkan ruangan alias space. misalkan kita sewa tempat kos 400rb/bulan, berarti kucing usia 10 bulan sudah seharga Rp 4jt hanya untuk mengganti biaya sewa tempat :)
  • belum biaya listrik dan air. AC menyala 24 jam. blower, hairdryer, heater, exhaust fan dan air untuk memandikan. anggaplah Rp 300rb/bulan. Berarti kucing usia 10 bulan minimal seharga Rp 7jt hanya untuk mengganti biaya tempat, listrik, air.
  • ditambah biaya vaksin, susu, vitamin, obat-obatan dan pakan selama 10 bulan. anggaplah Rp 2juta. Nah harga adopsi untuk "mengganti biaya perawatan" sudah mencapai Rp 9jt.
  • biaya perawatan harian. untuk membersihkan mata, telinga, memandikan, dan lain-lain.. anggaplah Rp 40rb/hari. selama 10 bulan sudah Rp 12juta hanya untuk perawatan. berarti biaya ganti adopsi total sudah Rp 21juta
  • Biaya persalinan, sertifikat, dan microchip katakanlah Rp 1jt. Totalnya sudah Rp 22jt
  • Nah, untuk medatangkan indukan impor kami pun memerlukan biaya, even walaupun kucingnya itu gratis.. karena ada komponen shipping dan karantina yang totalnya puluhan juta. Dan belum pernah ada kucing impor yang gratis hehe.. Ini pun seharusnya dihitung biaya penyusutan (orang akunting pasti paham doong..). Begitu juga kandang-kandang, dan peralatan kucing lainnya. Mau dihitung berapa?
  • Kemudian bagaimana kita menghitung atau merupiahkan hal-hal seperti berjuangnya cattery owner di tengah malam ke klinik dokter hewan hanya karena kucingnya sakit. yang ini mau dihargain berapa :D kadang-kadang ditengah pekerjaan utama kita, harus buru-buru pulang hanya karena ada kelahiran kucing atau kucing sakit. Risiko kehilangan deal bisnis atau pekerjaan... ini mau dihargain berapa :D
  • Belum lagi untuk biaya brand. Cattery-cattery mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti catshow.
  • Bagaimana juga menghitung expertise cattery owner dalam merawat cattery? misalkan sekali konsultasi ke dokter umum saja katakanlah Rp 50rb. Jika setiap hari kucing tersebut ditangani oleh expert semacam cattery owner, dengan biaya Rp 50rb/hari. Lebih tak terhitung lagi biayanya...
  • Dari hitung-hitungan tersebut, mungkin kata-kata "ganti biaya perawatan" di angka Rp 35-40 juta. bahkan mungkin Rp 50juta. Nah lho malah lebih mahal kan :D Percayalah, kalau ada cattery-cattery bagus seperti prabu cattery ini melepas anakan dibawah harga Rp 15juta, sudahlah tergolong harga yang reasonable... jauh dibawah harga "mengganti biaya perawatan". Kucingnya sendiri ya gratis. karena cattery-cattery owner semacam Prabu selalu menganggap kucingnya tidak akan bisa dinilai dengan materi...
  • Jadi jelas ya, cattery seperti Prabu ini tidak menjual kucing. Hanya melepas kucing untuk di adopsi dengan mengganti biaya adopsi yang sangat masuk akal... kucingnya sendiri tidak di jual dan tidak semua calon adopter pasti diterima juga :)
  • Seandainya pakan kucing harganya Rp. 0,-, biaya vaksin dan pengobatan Rp 0,-, biaya tenaga kerja Rp 0,-, dan biaya-biaya yang kami sebut diatas semuanya Rp ,0-, tentunya kami tidak masalah jika harga kucing kami Rp 0,-


3. Apakah menjual kucing haram?

Walau kami sudah declare bahwa Prabu Cattery tidak menjual kucing, tapi referensi fikih tetap diperlukan untuk menambah wawasan.
Karena kami bukan ahli agama, maka perkara ini kami serahkan ke jawaban yang telah ada di syariahonline.com

Berikut petikannya
diambil dari link http://www.syariahonline.com/v2/muamalat/2122-hukum-menjual-kucing.html

Quoting :
Hukum Menjual Kucing

Assalamu'alaikum wr wb

Pertanyaan:
ustadz, Mohon informasi apakah benar jual beli kucing itu HARAM? jika benar, apa dasarnya dan jika tidak apa pula dalilnya. bagaimana dg jual beli hewan peliharaan lain, misal burung, ular, ayam, hamster, dll?
Terima kasih banyak. jaza kallah khoiron. Wa'alaikum salam wr wb.

Jawaban:
Assalamu alaikum wr. wb.
Para ulama berbeda pendapat terkait dengan boleh tidaknya memperjualbelikan kucing. Sebagian ulama di antaranya kalangan zhahiriyyah berpendapat bahwa memperjualbelikan kucing hukumnya haram.

Dalilnya adalah riwayat dari Imam Muslim yang berasal dari Abu al-Zubeyr ra bahwa suatu ketika ia bertanya kepada Jabir tentang harga (jual beli) anjing dan kucing. Jabir ra menjawab bahwa Nabi saw melarangnya.

Namun menurut sebagian besar ulama memperjualbelikan kucing hukumnya boleh. Hal ini seperti pandangan Ibnu Abbas, al-Hasan, Ibn Sirin, Hammad, Malik, al-Tsauri, al-Syafii, Ishak, Abu Hanifah dan sejumlah ulama lainnya. 

Adapun larangan untuk memperjualbelikannya seperti yang terdapat dalam hadist Nabi saw di atas menurut Imam an-Nawawi terkait dengan kucing liar karena tidak memberikan manfaat. Atau bisa juga maksudnya adalah larangan yang bersifat tanzih bukan mengarah pada pengharaman.

Adapun terkait dengan berbagai hewan lainnya, maka sebagian ulama menetapkan kaidahnya. yaitu bahwa sepanjang hewan tersebut tidak najis, tidak berbahaya, dan memberi manfaat secara syar'i maka boleh diperjual belikan. detilnya dapat dilihat pada jawaban kami lainnya.
Wallahu a'lam bish-shawab
Wassalamu alaikum wr. wb.

-end of quote-

ini juga ada video ceramah youtube referensi dari seorang kawan di malaysia



Walau ada perbedaan pendapat, tetapi dari penjelasan tersebut ternyata ada dalil yang membolehkan jual-beli kucing, tapi tetap ya, Prabu Cattery tidak menjual kucing ^^ Harga kucing di Prabu adalah Rp 0,-. Kewajiban adopter hanyalah mengganti biaya perawatan, yang telah kami kurangi sedemikian rupa supaya terjangkau ^^


4. Apakah Kucing Persia ada Manfaatnya?

Selain kucing untuk berburu mangsa, apakah ada manfaat kucing selain itu?
Mengikuti perkembangan jaman, berkembanglah ilmu pengetahuan dan teknologi. Lengkap dengan segala permasalahan baru manusia.

  • ada sebagian orangtua yang lebih menyukai anak-anaknya beraktifitas dirumah, karena khawatir dengan pergaulan yang ada diluar. Mereka mencari kucing untuk menemani anak-anak mereka dirumah, dibanding anaknya sibuk bermain playstation, ipad, dll. menghindari mudharat yang lebih besar.
  • merawat kucing mengajarkan tanggung jawab dan disiplin ke anak.
  • memelihara kucing itu sehat, mengurangi risiko penyakit jantung dll. http://mritechnicianschools.net/2010/17-health-benefits-of-owning-a-cat/ 
  • kucing juga menjadi teman yang baik untuk terapi mental yang kesepian. Untuk orang lanjut usia, untuk orang pengidap penyakit tahunan, yang menanti anak, yang masih single dll. Terbayang jika tidak ada pelampiasan kesepian tersebut, banyak mudharat lebih besar.
Lalu dimana mereka harus mencari kucing lucu dan cantik untuk temannya? untuk terapinya? lebih dari itu, dimana mereka harus mencari kucing yang kesehatannya benar-benar terjamin?  yupe, cuma ada di cattery.


5. Penutup

Terakhir, hal yang selalu kami ulangi adalah, kucing persia hanyalah hobi kami di Prabu Cattery, bukan profesi.. Karena alhamdulillah kami memiliki profesi lain. Sebagian biaya yang kami dapat dari adopter pun kami gunakan untuk kepentingan sosial, digabung dengan dana CSR dari perusahaan kami, dalam bentuk beasiswa anak-anak tidak mampu dan lain-lain. Di Prabu Cattery, biaya adopsi hanyalah satu syarat keseriusan dari banyak hal lain yang kami perhatikan... tak sedikit kami sering memberikan kucing ke adopter tanpa penggantian biaya perawatan sama sekali, alias gratis..

Alhamdulillah Prabu Cattery telah menjadi sarana kami menambah teman-teman dan sahabat-sahabat baru. Monggo juga kalau ada yang berbeda pendapat.. sah-sah saja... kami pun tentu menghormatinya...

Semoga bermanfaat.. Salam,
Prabu Cattery

5 comments:

  1. Mas Adzan, ijin saya share artikelnya ya... terimakasih

    ReplyDelete
  2. monggo mas andrie.. sukses buat manggala ya...

    ReplyDelete
  3. artikelnya keren

    menurut sy, kalau digratiskan seharga Rp.0,- itu takutnya malah akan menjadikan kucing tsb tidak berharga, sehingga kalau terjadi kehilangan/kematian, si pemilik baru takutnya berpikir "ah biarin aja hilang, toh gratis ini, tinggal minta lagi aja"

    kalau dikasih "harga/biaya" tentunya akan menjadikan si pemilik baru akan merasa "sayang", minimal ada perasaan "ga mau rugi" kalau kucing tsb hilang/tidak terawat :D

    walaupun survey ke tempat si pemilik baru tersebut juga akan lebih bagus lagi, sehingga kita juga akan tenang :)

    ReplyDelete